Jul
29
2010
Today
Didaktika
Siapa yang Bisa Menolong Kami ? PDF Cetak E-mail
Oleh Managemen Yasmin   
Rabu, 10 Juni 2009 12:08

Oleh : Sri Wardina. S.Si
(Guru Sekolah Lazuardi)

Sebuah kelas di SMP yang cukup terkenal, tampak seorang anak laki-laki yang ganteng, ramah dan lembut. Anak ini biasa dipanggil dengan Aldi. Diantara teman-teman seusianya Aldi terlihat polos dan sabar.

Hari itu Aldi sedang mengikuti pelajaran Bahasa Inggris. Aldi duduk diam dengan tatapan mata yang menerawang ke depan, sepintas kosong pandangannya. Siapapun, tidak tahu apa yang ada di pikiran Aldi. Memang, sekilas mata Aldi tidak memperhatikan atau apa yang sedang dijelaskan oleh gurunya.

Setelah usai Bahasa Inggris, seperti minggu-minggu yang sebelumnya, pelajaran dilanjutkan dengan Matematika. Hal yang sama juga terjadi, dia tidak merespon terhadap pelajaran itu. Padahal, untuk pelajaran matematika cukup mudah bagi anak itu. Tetapi karena bahasa pengentar yang diapakai adalah bahasa Inggris –tututan kurikulum disekolah itu- membuat dia sulit mencernanya.

Kejadian ini terus terulang setiap hari membuat Aldi semakin merasa kerdil, dan merasa dirinya memang tidak mampu. Bahkan suatu saat dia pernah curhat dengan salah satu gurunya “Aldi ingin bisa bahasa Inggris seperti teman-teman yang lain”. Bahkan ketika gurunya datang dia sempat berkata “ apakah Ibu dapat menolong Aldi?” mungkin itu semua adalah ungkapan tanpa harapan dari dalam hatinya, atau bahkan sebuah kekesalan, hanya Aldi dan Tuhan yang tau.

Beruntung bagi Aldi, karena dia termasuk anak-anak yang pantang menyerah dan mau berusaha. Lain cerita bagi Lani, dia anak yang sangat periang dan juga lincah. Sekilas tidak tampak sama sekali jika memiliki masalah yang mirip dengan Aldi.

Setiap hari bagi dia dalam sekolah adalah penjara. Semua tampak tidak ada arti, apa yang dia pelajari sedikit yang ia pahami. Bahkan dia tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. Bahkan untuk membantunya harus ada intervensi dari guru pendamping. Bagi Lani dan orang tuanya dapat mengikuti ujian nasional sudah sangat membanggakan.

Selanjutnya...