|
Antara Syariat, Thariqah dan Haqiqah |
|
Oleh Managemen Yasmin
|
|
Rabu, 01 Juli 2009 10:53 |
|
Oleh: Haidar Bagir (Buku Saku Tasawuf)
Diantara salah satu masalah yang kontroversial tentang tasawuf adalah anggapan kaum sufi menyepelekan keahrusan menaati kewajiban-kewajiban syariat. Barangkali tak ada anggapan tentang tasawuf yang lebih salah dari ini. Tak ada satu pun tokoh tasawuf sepanjang sejarah yang pernah yang menyatakan atau menunjukkan sikap meremehkan syariat. Yang sebaliknya justru merupakan syutu ciri menonjol tasawuf. Kaum sufi pada saat yang sama dikenal sebagai ‘abid atau ‘ubbad (para ahli ibadah). Bahkan, dalam pandangan mereka, tak ada jalan lain untuk menempuh tasawuf (biasa disebut juga thariqah) kecuali melalui penyelenggaraan ibadah-ibadah syar’i. Makin sufi seseorang, makin intens ibadah-ibadah dilakukannya. Atau, diungkapkan secara lain, tingkatan kesufian seorang justru ditentukan oleh intansitas ibdah. |
|
Terakhir Diupdate ( Rabu, 01 Juli 2009 10:56 )
|
|
Selanjutnya...
|