|
Oleh Managemen Yasmin
|
|
Jumat, 08 Mei 2009 14:02 |
|
Sudah puluhan madrasah yang mendapatkan workshop Yasmin, baik yang bekerjasama dengan LAPIS maupun dengan lembaga lain, terutama dalam persoalan metode pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Kami masih ingat betul ketika awal mula datang sekedar berkunjung dan bercengkrama dengan rekan madrasah. Di sela-sela kedatangan, sesekali kami melirik kelas-kelas yang ada di sana. Tampak terasa saat itu, dua tahun yang lalu, kelas-kelas tampak rapi, seperti bis patas di jakarta atau kereta api eksekutif Gajayana yang seringkali mengnatarkan kami pulang kampung. Tampak kursi-kursi itu berjajar rapi kiri kanan, dua dua atau empat empat, tampak sangat alami. |
|
Terakhir Diupdate ( Jumat, 08 Mei 2009 14:13 )
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
’Oasis’ Pembelajaran itu Bernama MRC |
|
|
|
|
Oleh Managemen Yasmin
|
|
Kamis, 23 April 2009 21:28 |
|
’Alhamdulillah, sekarang tidak gaptek (gagap teknologi) lagi, kita bisa akses internet sekaligus meminjam buku untuk referensi mengajar. Kini kita sudah bisa bikin blog lho, nggak kalah dengan guru-guru dari sekolah yang memiliki fasilitas. Jangankan punya alamat e-mail, pegang komputer saja belum tentu bisa seminggu sekali. Tapi sekarang, dengan datang ke MRC kita bisa buat e-mail, akses internet atau sekedar berbagi pengalaman dengan teman-teman guru yang lain’ MRC...? pokoknya siip lah.
Ini adalah sebagian komentar dari para guru madrasah yang telah memanfaatkan MRC (Madrasah Resources Center). Pendirian MRC merupakan bagian dari program kerjasama antara YASMIN dan LAPIS AUSAID melalui kegiatan inovasi yang bertajuk ’Penguatan Kapasitas Madrasah Melalui Pemberdayaan Pusat Sumber Belajar’. MRC diharapkan bisa menjadi base camp bagi warga madrasah untuk menggali, saling berbagi informasi dan pengalaman dalam mengembangkan madrasah, sehingga dream untuk mewujudkan madrasah yang berkualitas dapat segera terwujud. Secara khusus, hal yang ingin dicapai melalui kegiatan MRC adalah peningkatan kompetensi guru dalam penerapan PAKEM berbasis kesetaraan dengan dukungan informasi berbasis internet dan ide-ide mengajar berbiaya murah (pemanfaatan barang bekas dan sumber belajar yang tersedia di sekitar madrasah). MRC juga menyediakan perpustakaan yang menyediakan buku-buku pendidikan. Saat ini telah tersedia kurang lebih 600 judul. MRC juga sedang mengembangkan modul–modul alat peraga Sains, Matematika dan Bahasa Indonesia yang terbuat dari barang bekas atau barang murah. Kegiatan lain yang diselenggarakan adalah sharing rutin antar para guru tentang pengalaman penerapan PAKEM dan RPM (Rencana Pengembangan Madrasah) di madrasah masing-masing. Disamping itu, MRC juga memfasilitasi para siswa-siswi madrasah untuk kursus komputer dasar dan pemanfaatan perpustakaan. |
|
Terakhir Diupdate ( Kamis, 23 April 2009 21:38 )
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Cerpen : Anak dari Seribu Pulau |
|
|
|
|
Oleh Managemen Yasmin
|
|
Selasa, 13 Januari 2009 11:36 |
|
Oleh : Enang Rokajat Asura
Rumah panggung yang dikelilingi kebun itu, selalu membuatku damai. Aku sering duduk berlama-lama di balai, sekedar mengedarkan pandangan. Rumah itu selalu menyebarkan wangi kayu jati, semerbak mawar dan gemericik air yang senantiasa melambungkan angan-anganku. Angan-angan yang sangat abstrak sesungguhnya, karena tidak pernah aku merasa puas dari apa yang diangankan itu. Sepulang sekolah dulu, sering tak langsung pulang ke rumah melainkan mampir ke rumah itu. Ada saja alasan kenapa aku memerlukan mampir ke sana. Ibu Maesaroh dan pak Guru Mastur pemilik rumah itu, tak pernah melarangnya. Tapi hari ini aku tak mencium wangi kayu jati, selain aroma dukacita.
Aku duduk di balai-balai. Satu demi satu datang pria seusiaku dan dua orang tampaknya sedikit di bawah. Ada tujuh orang denganku yang kini duduk di balai-balai. Kami tak saling bicara. Bukan karena satu sama lain masih asing, tapi sepertinya kami sepakat saat itu tak perlu untuk bicara. Kupikir semua yang mengantarkan bapak ke pemakaman tadi adalah penduduk sini, karena bapak tak punya anak selain aku sebagai anak angkatnya. Juga bapak tak punya saudara, karena seluruh adik-adiknya telah mendahului meninggal dunia sebelum mereka berumah tangga. Tapi enam lelaki ini tentu bukan tetangga dekat. Aku pikir mereka adalah saudara jauh dari ibu. |
|
Terakhir Diupdate ( Selasa, 13 Januari 2009 11:47 )
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 3 |