| ’Oasis’ Pembelajaran itu Bernama MRC |
|
|
|
| Oleh Managemen Yasmin | |||
| Kamis, 23 April 2009 21:28 | |||
|
Ini adalah sebagian komentar dari para guru madrasah yang telah memanfaatkan MRC (Madrasah Resources Center). Pendirian MRC merupakan bagian dari program kerjasama antara YASMIN dan LAPIS AUSAID melalui kegiatan inovasi yang bertajuk ’Penguatan Kapasitas Madrasah Melalui Pemberdayaan Pusat Sumber Belajar’. MRC diharapkan bisa menjadi base camp bagi warga madrasah untuk menggali, saling berbagi informasi dan pengalaman dalam mengembangkan madrasah, sehingga dream untuk mewujudkan madrasah yang berkualitas dapat segera terwujud. Secara khusus, hal yang ingin dicapai melalui kegiatan MRC adalah peningkatan kompetensi guru dalam penerapan PAKEM berbasis kesetaraan dengan dukungan informasi berbasis internet dan ide-ide mengajar berbiaya murah (pemanfaatan barang bekas dan sumber belajar yang tersedia di sekitar madrasah). MRC juga menyediakan perpustakaan yang menyediakan buku-buku pendidikan. Saat ini telah tersedia kurang lebih 600 judul. MRC juga sedang mengembangkan modul–modul alat peraga Sains, Matematika dan Bahasa Indonesia yang terbuat dari barang bekas atau barang murah. Kegiatan lain yang diselenggarakan adalah sharing rutin antar para guru tentang pengalaman penerapan PAKEM dan RPM (Rencana Pengembangan Madrasah) di madrasah masing-masing. Disamping itu, MRC juga memfasilitasi para siswa-siswi madrasah untuk kursus komputer dasar dan pemanfaatan perpustakaan. Satu hal yang menarik, MRC yang berlokasi di Cinere Limo Depok ini menyediakan akses internet dengan 5 komputer. Hal ini diharapkan dapat mendorong minat para guru untuk ’berburu’ informasi bahan ajar melalui internet. Dulu, sebelum fasilitas internet tersedia, keluhan yang sering disampaikan para guru adalah ’bahan untuk mengajarnya dari mana?’, sekarang keluhan itu berubah menjadi pertanyaan ’bahan yang harus dipakai yang mana?’. Pertanyaan ini muncul karena banyaknya bahan yang diperoleh dengan searching melalui mesin pencari yang tersedia di internet. Meskipun didekasikan untuk warga madrasah, namun dalam rangka memperluas manfaat keberadaaan MRC, fasilitas yang tersedia juga dimanfaatkan oleh para siswa(i) dan warga di sekitar MRC, termasuk di dalamnya para guru dari TK, SD dan mahasiswa. Meski belum genap berusia 2 bulan, keberadaan MRC memberi angin segar bagi guru madrasah terutama di Kec. Limo, Sawangan dan Pancoran Mas Depok. Namun demikian, karena relatif baru, diperlukan sosialisasi yang terus menerus sehingga keberadaan MRC dikenal– terutama –oleh warga madrasah. Selain sosialisasi, upaya untuk menumbuhkan ’kesenangan belajar’ di kalangan guru madrasah pun mendapat perhatian, karena MRC hanya mungkin dimanfaatkan oleh para guru yang memiliki ’hobby belajar’. ”Kita berharap, secara bertahap, para guru yang datang memanfaatkan MRC lebih karena inisiatif mereka sendiri untuk terus belajar, bukan karena undangan dari YASMIN. Bahkan secara mandiri, nantinya para guru diharapkan mampu mendesain dan melaksanakan berbagai kegiatan di MRC,” kata Edi Slamet, Penanggung Jawab Program Inovasi YASMIN-LAPIS AUSAID. ”Memang tidak mudah untuk mendorong inisiatif semacam ini, tapi dengan ikatan silaturahmi antar para guru dan pendampingan dari YASMIN-LAPIS AUSAID, Insya Allah akan ada jalan,” lanjutnya. Dalam tataran yang lebih strategis, kita berharap kegiatan MRC semacam ini bisa direplikasi di berbagai tempat oleh berbagai pihak yang peduli terhadap madrasah. Sudah saatnya ada upaya yang sungguh-sungguh untuk mendorong perbaikan kualitas madrasah. Di sisi lain, di era yang keberadaan internet dan sumber belajar masih mahal dan jarang ditemukan di lingkungan madrasah, kami berharap MRC bisa menjadi ’oasis’ untuk melepaskan kehausan warga madrasah akan informasi dan ide-ide pengembangan manajemen madrasah dan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman. Semoga.(dewi/hanim)
|
|||
| Terakhir Diupdate ( Kamis, 23 April 2009 21:38 ) |




’Alhamdulillah, sekarang tidak gaptek (gagap teknologi) lagi, kita bisa akses internet sekaligus meminjam buku untuk referensi mengajar. Kini kita sudah bisa bikin blog lho, nggak kalah dengan guru-guru dari sekolah yang memiliki fasilitas. Jangankan punya alamat e-mail, pegang komputer saja belum tentu bisa seminggu sekali. Tapi sekarang, dengan datang ke MRC kita bisa buat e-mail, akses internet atau sekedar berbagi pengalaman dengan teman-teman guru yang lain’








