| Mengobati Demam Berdarah |
|
|
|
| Oleh Managemen Yasmin | |||
| Rabu, 17 Juni 2009 15:07 | |||
|
Dokter, anak saya berumur 4 tahun. Satu bulan lalu, ia menderita sakit demam berdarah dan menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah mengalami penurunan trombosit sampai kadar 20 ribu, lalu menjalani tranfusi trombosit dan dirawat selama enam hari, alhamdulillah dapat sembuh. Sayangnya, sampai saat ini kondisinya lemah sekali, sehingga sering tidak masuk sekolah. Bagaimana meningkatkan staminanya agar pulih seprti sediakala dan mohon penjelasan bagaimana pengobatan yang baik untuk demam berdarah? Zul, Jakarta Wa’alaikumussalam Wr. Wb.Segala puji bagi Allah SWT semata. Shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. Saya ikut prihatin atas kesehatan putra Bapak. Semoga saat ini sudah semakin membaik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penatalaksanaan pasien demam berdarah : 1. Demam Berdarah (DB) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Sampai hari ini dokter belum bisa menemukan obat yang tepat untuk mengatasinya. 2. Penularan yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang bersarang di genangan air bersih. Karenanya, menguras penampungan air maupun bak mandi secara teratur, sangat diperlukan. Jangan menimbun barang-barang bekas, seperti ban, kaleng dan sebagainya. Barang-barang tersebut akan menyebabkan genangan air hujan, sehingga nyamuk Aedes berbiak disitu. Rasulullah SAW mewajibkan kita membersihkan halaman rumah dan menjaga kebersihan tempat penampungan air. 3. Pengobatn pasien DB adalah dengan memberikan cairan yang cukup. Karena biasanya pasien mual dan muntah, pemberian cairan diberikan melaui infus. Untuk mengurangi mualnya, dapat diberikan 2 jari kunyit + 2 jari temu putih di potong tipis-tipis. Masukkan ke dalam 500 cc air lalu dimasak hingga airnya tinggal separuh. Diamkan sampai hangat dan tambahkan madu 125 cc. Cairan diminumkan 3 X sehari @ 50 cc. 4. Akhir-akhir ini sering muncul anggapan keliru bahwa pasien demam berdarah yang menurun trombositnya perlu ditranfusi dengan trombosit. Menurut prinsip pengobatan yang benar, pemberian trombosit hanya pada pasien DB yang mengalami perdarahan yang cukup massif/banyak. Dalam Islam, tranfusi diperbolehkan asalkan darah dari keluarga atau dari orang yang kita kenal. Tujuannya untuk menjaga kehalalan darah tersebut, kecuali dalam keadaan yang sangat darurat dan atas kesepakatan keluarga dan dokter. 5. Obat-obat lain dimanfaatkan sesuai gejala yang muncul. Air jahe untuk menghilangkan sakit kepala dan menurunkan panas. Satu siung bawang dikukus, dicampurkan makanan, diharapkan akan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit. Obat lainnya diberikan sesuai kebutuhan. 6. Untuk meningkatkan atau memulihkan stamina, saya anjurkan untuk diberikan air perasan kurma. Caranya : 7 butir kurma direndam dalam 250 cc air hangat, diperas, disaring dan diminum 2 X sehari @ 1 gelas/250 cc. Atau 2 butir tomat dipotong-potong lalu diperas. Boleh juga ditambahkan 1 sendok teh madu sebagai pemanis, kemudian diminum. Demikianlah. Berbagai tips di atas adalah cara yang banyak diterapkan para ulama salaf agar dapat mengatasi problem kesehatannya dengan mudah. Lebih dari itu, cara ini telah membuat para dokter di Barat mulai takjub dan beramai-ramai mempelajarinya. Sebagian mereka menerima, sebagian lagi sedang menimbang-nimbang. Mereka mulai sadar bahwa ratusan umat manusia kehilangan prinsip pengobatan yang mengandalkan pada karunia Allah di alam raya ini: ketahanan diri dan pemanfaatan bahan alami. Mereka berpaling kepada bahan kimia yang terbukti tidak meningkatkan status kesehatan masyarakat. Sementara biaya pengobatan terus melonjak dan kesejahteraan manusia tidak membaik. Saya berdoa semoga Bapak dan semua pembaca yang sakit diberikan pertolongan oleh Allah Yang Maha Penyembuh. Amiin yaa mujiibas saailin.
|
|||
| Terakhir Diupdate ( Rabu, 17 Juni 2009 15:12 ) |




Oleh: dr. Mohammad Ali Toha Assegaf








