Mar
11
2010
Today
Yasmin Learning Center
Profil Yasmin Learning Center. PDF Cetak E-mail
Oleh Managemen Yasmin   
Kamis, 18 Februari 2010 10:19

 Yasmin Learning Center (YLC) merupakan satu divisi di bawah Yayasan Yasmin yang berkonsentrasi pada program pengembangan sekolah. YLC berdiri dengan prioritas memberikan pelayanan berupa pendampingan sekolah berbasis kemitraan dalam bentuk workshop, training, dan seminar bagi guru-guru dari sekolah kurang mampu yang dibina oleh Yasmin. Konsentrasi training kami sebagian besar dipusatkan untuk membantu meningkatkan kualitas madrasah, sebagai lembaga pendidikan Islam yang keberadaannya banyak membantu pendidikan masyarakat kurang mampu. Saat ini lebih dari 400 madrasah telah mendapatkan pelatihan bebas biaya dari Yasmin. Madrasah tersebut umumnya di wilayah Depok, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, Banten, Aceh, Yogyakarta, dan Mataram.

Selain itu, YLC juga menyelenggarakan training berbiaya yang seluruh keuntungannya dialokasikan untuk training gratis bagi guru dari sekolah kurang mampu. Hingga Agustus 2008 keseluruhan Training tersebut telah menjangkau 11.529 guru dan 8.740 pelajar dari daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi, Karawang, Banten, Lembang, Subang, Mataram, Makasar, Jawa Timur, Aceh, Riau, dan daerah lainnya. 

Visi : Mitra pengembangan sekolah berkualitas berbasis pendampingan.

YLC menawarkan beberapa training yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, di antaranya:

  1. Interaktif Training BECOMING INSPIRING TEACHER (untuk guru, orang tua dan pemerhati pendidikan)
  2. Interaktif Training BECOMING INSPIRING STUDENT (untuk pelajar dan mahasiswa)
  3. Interaktif Training BECOMING EFFECTIVE PARENT (orang tua dan calon orang tua)

Kami juga membuka pintu seluas-luasnya bagi donatur, baik lembaga ataupun perorangan yang mau bergabung dalam program training gratis kami. Bapak/ Ibu dapat berpartisipasi dalam program ini bisa dengan berbagai cara: bantuan dana maupun dengan menjadi relawan untuk mengisi training/ workshop untuk madrasah.  

Workshop dan Training yang pernah kami selenggarakan meliputi:

  1. Training Becoming Inspiring Teacher (Jakarta 6 angkatan, Pekan Baru, Duri, Dumai, Aceh, Cilegon, Karawang, Bandung, Yogyakarta, dan Lebak
  2. Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
  3. Workshop Hari Pertama Sekolah yang Berkesan dan Menyenangkan
  4. Training Creative Learning
  5. Interaktif Training Super Genius Memory (SGM); 6 angkatan
  6. Interaktif Training Brain Empowerment Strategy (BESt); 2 angkatan
  7. Interaktif Training Brain Body Building
Dan beberapa in house training lainnya yang digelar di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Aceh, Makasar, Mataram dan Jatim. (YLC)
Terakhir Diupdate ( Kamis, 18 Februari 2010 10:56 )
 
Program Pendampingan MIN 09 Petukangan PDF Cetak E-mail
Oleh Managemen Yasmin   
Rabu, 23 Desember 2009 00:24

Kemauan untuk terus meng-upgrade pengetahuan para pendidik tentang model pembelajaran terkini serta mengantisipasi dinamika kompetisi lembaga-lembaga pendidikan yang tak pernah berujung inilah, alasan yang membuat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 09 Petukangan Jakarta Selatan menyandarkan harapannya kepada Yasmin Learning Center (YLC).

Semua diawali ketika staf pengajar MIN 09, Jalal, mengikuti training ‘Insipiring Teacher’ yang diselenggarakan YLC. Merasa puas dengan materi yang disuguhkan trainer, maka dalam waktu yang tidak lama Jalal mengontak Sulistiyo, Koordinator YLC, mengutarakan perihal ketertarikannya deangan materi-materi training YLC.

Setelah pembicaraan itu, tercetus lah program pendampingan MIN 09 dibawah supervisi YLC. Yang pertama kali dilakukan adalah assesment kebutuhan sekolah mengenai model pembelajaran yang diharapkan. Ketika semua kebutuhan telah terpetakan, maka tindakan selanjutnya adalah pendalaman materi-materi kepada para pengajar.

”Sebelum program ini berjalan, YLC dan MIN 09 duduk bersama merumuskan metode yang tepat untuk dijadikan model pembelajaran. Setelah rancangan terbentuk, tanggal 5 Oktober kita mulai training pembekalan,” kata Sulistiyo, yang juga seorang trainer.

Materi-materi yang disampaikan kepada guru-guru berisi tentang manajemen kelas, display kelas, membangun kreatifitas siswa dalam belajar dan kreatifitas guru dalam membuat media pembelajaran. Kesemua materi tersebut dapat diselesaikan dalam delapan kali pertemuan.

Sampai saat ini program pendampingan masih terus berjalan, dan telah memasuki bulan ke-3. Untuk dua bulan kedepan akan lebih difokuskan supervisi guru di kelas masing-masing. ”Jadi setelah materi pembekalan dalam kelas selesai, kami akan menemani para guru mengajar di kelas untuk mengetahui apakah metodenya sudah tepat atau belum. Setelah itu masing-masing guru akan kita evaluasi,” Kata Sulistiyo.

Salah satu staf pengajar MIN 09, Dahlia, mengatakan, materi training yang diberikan sangat bagus dan aplikatif sehingga sangat mudah dipraktekkan di dalam kelas. Ia pun kini lebih bersemangat dalam mengajar karena pilihan media pembelajaran yang dimiliki lebih variatif serta tidak mahal.

Tidak hanya guru, siswa-siswa pun kini terkena ’getahnya’. Proses belajar diikuti siswa dengan menyenangkan, tak heran bila keceriaan dalam kelas, kadang diselingi tawa, terus berlanjut hingga pelajaran usai. Suasan kelas yang berubah-ubah dan guru yang menyenangkan membuat siswa betah berlama-lama di kelas. (badruzzaman)

Terakhir Diupdate ( Senin, 15 Februari 2010 16:46 )
 
Keajaiban Menuliskan Cita-cita PDF Cetak E-mail
Oleh Managemen Yasmin   
Minggu, 20 Desember 2009 10:54
“Sungguh merupakan keajaiban, cita-cita yang saya tuliskan hanya dalam 1 tahun hampir semuanya tercapai. Anugerah besar yang selalu saya syukuri”. Demikian tutur Eko Susanti. Ketika mengikuti interaktif training 'Becoming an Inspiring Teacher' yang diselenggarakan oleh Yasmin Learning Center, dia menuliskan 5 cita-cita yang didahului rangkaian kalimat dengan sepenuh hati, saya bercita-cita untuk:

1. Membangun Masjid
2. Mendirikan sebuah Yayasan
3. Mendirikan sekolah TK.
4. Mempunyai anak pertama
5. Menunaikan ibadah Haji.   

Sebulan selepas mengikuti training, modul berisi catatan cita-cita yang dituliskan hilang. Bu Susi hampir tidak memikirkan dan menganggap perlu. Hingga satu tahun kemudian, beliau menemukan kembali modulnya yang hilang. Dia membuka kembali catatan-catatan training. Sampailah pada satu halaman yang melambungkan angannya ke masa setahun silam.

Beliau begitu terharu melihat deretan cita-cita yang dulu seperti mimpi, kini telah ia raih. Satu per satu diberi garis dengan tinta merah. Dia telah mendirikan Yayasan Bina Mutiara Indonesia dan menjadi ketua, juga telah mendirikan sekolah TK di bawah Lembaga Pendidikan Bina Mutiara Indonesia (BMI) yang beliau menjadi wakil direktur. Bahkan penantian untuk mendapatkan momongan setelah 9 tahun menikah juga telah terwujud. Kini Bu Susi dikaruniai seorang anak.

Dengan penuh syukur, antusias dan harapan beliau terus menajamkan 2 cita-cita yang tidak lama lagi akan menjadi kenyataan: mendirikan masjid dan menunaikan ibadah haji. Ada yang luar biasa dalam cita-cita Bu Susi ketika ditanya teman-temannya: betul-betul menuliskan dari hati terdalam meski saat itu tidak memiliki dana dan tidak punya gambaran akan mendapatkan dana dari mana untuk mewujudkan cita-citanya tersebut. (Sulis)
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 3